APAKAH PERUQYAH HARUS MENJADI HAFIDH?

MELURUSKAN PEMAHAMAN YANG KELIRU TENTANG RUQYAH

Menjadi praktisi ruqyah adalah profesi yang mulia. Bagaimana tidak, peruqyah akan menuntun saudaranya yang lalai beribadah menjadi seorang hamba yang taat. Mendakwahi klien yang sakit, keluarganya bahkan bangsa jin pun bisa didakwahi.

Namun tidak sedikit yang masih ragu dan takut menjadi peruqyah. Alasan yang klasik diantaranya adalah: belum menjadi hafidh (hafal Al Qur’an), belum menjadi orang yang sholin, belum siap keluarganya dan lain-lain. Sebenarnya apa saja syarat menjadi peruqyah?  Mari kita lihat persyaratan berikut ini:

  1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah.
  2. Mengamalkan tauhid baik ucapan maupun perbuatan.
  3. Terbebas dari praktik kesyirikan.
  4. Berkeyakinan bahwa Al Qur’an memiliki pengaruh pada jin.
  5. Mengetahui seluk-beluk jin.
  6. Diutamakan yang sudah menikah.
  7. Berjiwa pemberani (tidak penakut), bermental kuat dan tegas.
  8. Tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah.
  9. Harus mengetahui wirid-wirid harian yang diajarkan Rasulullah, seperti dzikir pagi-petang, do’a harian seperti do’a masuk wc dan keluarnya, do’a keluar rumah, sunnah menjelang tidur dan lain

     Diantara 9 point di atas tidak ada kewajiban harus menjadi hafidh. Kalaulah itu disayaratkan, tentu tidak ada yang menjadi peruqyah…

Menjadi peruqyah adalah memotifasi kita untuk menjadi lebih baik. Baik dari ibadah yang wajib ataupun yang sunnah. Maka, menjadi peruqyah adalah sebuah tantangan yang seharusnya kaum mukminin tidak meninggalkannya.

Kami bersedia memberikan pelatihan ataupun pengobatan (RUQYAH / BEKAM) di sekolah, masjid, majelis taklim, perusahaan dan lain-lain agar syi’ar ruqyah syar’iyyah menggema di Indonesia.

Alamat kami adalah; Jalan Pramuka gg. Kartika no. 45 Rajabasa- Bandar Lampung hp/wa 0852 6930 4051 (Hidayat).

Jadwal praktik : senin – jum’at pukul 09.00 – 17.00 WIB.

 


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *