SANTRI PENGHAFAL AL QUR’AN KESURUPAN, KOK BISA?

BUKTI KITA HARUS WASPADA

Jin ada di mana-mana. Mereka merencanakan untuk menggelincirkan kaum muslimin dari jalan yang lurus. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kepada kita untuk membentengi diri kita dari godaan setan yang terkutuk. Firman Allah (artinya):

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS: Al Baqarah : 168).

Judul di atas kami pakai untuk menceritakan kisah nyata : seorang santriwati penghafal Al Qur’an kesurupan, yang kami hadapi pada hari selasa, 14 Januari 2020. Kisahnya sebagai berikut:

Jam di dinding kantor Baitul Qur’an menunjukkan pukul 06.00 WIB. Saat itu kami sedang berkemas-kemas untuk pulang ke rumah setelah tadi malam kami menangani klien yang ada gangguan jinnya. Maka setelah ruqyah kamipun bermalam di kantor karena hujan dan sudah mengantuk (peruqyah juga manusia) bisa mengantuk, hehee…

Tiba-tiba handphon berdering. Setelah mengucapkan salam, penelpon yang tidak lain adalah salah satu takmir masjid di Bandar Lampung meminta kami untuk meruqyah salah satu santriwati yang sedang kesurupan. Maka kamipun segera meluncur ke TKP. Saatnya Berjihad, Allahu Akbar!!!

Setelah tiba di lokasi kami disambut dengan hangat oleh Bapak Haji S, selaku tuan rumah. Singkat cerita ternyata yang kesurupan itu adalah benar-benar santriwati penghafal Al Qur’an di Rumah Qur’an yang dipimpin oleh beliau. Inisialnya R, lho kok bisa?

Ceritanya, setelah sholat shubuh seluruh santriwati berdzikir bersama di rumah tahfidz tersebut. Tiba-tiba R menjerit dan terjadilah kesurupan hebat dengan berteriak dan meronta-ronta, hiiiiii.

Tidak membuang waktu, kami pun segera mempersiapkan prosesi ruqyah. R yang saat itu masih bisa diajak berkomunikasi (walaupun tinggal 5 whatt) kami ajak berdo’a. Ya, do’a ini sangat penting karena berisi permintaan kepada Allah agar jin yang ada di tubuhnya tidak mengganggu lagi, memutuskan perjanjian jin dengan leluhur baik yang kita mengetahuinya atau tidak serta seluruh penyakit agar hilang dari tubuhnya.

Benar saja, setelah do’a ia merasakan panas di tubuhnya. Biasanya itu adalah reaksi jin yang mulai tidak nyaman. Selanjutnya kami bersama-sama membacakan surat Al Fatihah dan ditiupkan ke tangan lalu diusapkan ke seluruh tubuh. Ini adalah cara ruqyah pembentengan agar Roqiy (yang meruqyah) juga aman dari gangguan jin tersebut.

Tahap selanjutnya kami bacakan ayat-ayat ruqyah di dekat telinga R. Anda tentu bisa menebak apa yang terjadi…

Tubuh R yang sudah dikuasai jin meronta-ronta dan berteriak kesakitan. Dibantu oleh Bapak S, istrinya dan beberapa santriwati yang ada untuk memegang tubuh R agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Diawal ruqyah kami bertanya nama, berapa jumlah, apa sebab mereka mengganggu. Tapi jin tidak mau menjawab. Mungkin gengsi menjawab pertanyaan saya…

Karena tetap diam, kami menggunakan metode ruqyah dengan menyemprotkan minyak zaitun ke wajah R. Ternyata jin itu sangat lemah. Ia berteriak kepanasan dan mengakui kekalahan… Allahu Akbar, Maha Besar Allah Yang Telah Menurunkan Pertolongan-Nya…

Kamipun mendakwahi jin di tubuh R. Kami ajak untuk masuk ke dalam agama Islam dan jangan mengganggu R lagi. Perwakilan jin itupun meng iyakan semua arahan kami. Tidak lupa kami bertanya apa alasan mengganggu R, padahal dia adalah santriwati penghafal Al Qur’an? Ia pun menjawab: Kami sudah lama di tubuh ini. Sejak SMP kami sudah masuk untuk menjaga R. Kamipun bertanya: Lewat apa kalian masuk? Jin menjawab: Lewat cincin yang diberikan neneknya waktu itu. Subhanallah…

Kami jelaskan kepada jin bahwa tidak dibenarkan adanya kerjasama antara jin dan manusia. Alhamdulillah sang jin pun mengakui kesalahannya…

Proses syahadatpun berlangsung…

Kami tuntun bangsa jin yang katanya tidak sedikit untuk mengucapkan dua kalimat syahadat: Asyhadu Alla ilaha Illallah wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah…

Oya, jin yang di tubuh R adalah perempuan (wallahu a’lam) dan tidak punya nama. Maka kami tawarkan nama Aisyah. iapun setuju dan senang sekali dengan nama yang indah itu…

Proses Pengeluaran jin pun tiba…

Kami memerintahkan untuk semua jin yang ada di tubuh R berkumpul di telapak tangan. Lalu kami bacakan beberapa surat dan kami dorong dengan kayu siwak (agar tidak bersentuhan langsung) untuk mempercepat proses keluar. Aisyah yang kami suruh terakhir keluar lalu mengucapkan: Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh… Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah R pun sadar dan tidak kesurupan lagi.

Kisah di atas dapat kita petik beberapa hal:

1.  Kita tidak boleh merasa aman dari makar setan jin dan manusia.

2. Gangguan jin dapat masuk melalui nasab

3. Media apapun bisa dimanfaatkan untuk masuk, seperti : cincin, kalung, pakaian dll

4. Ruqyah adalah terapi yang dianjurkan untuk menghilangkan gangguan jin dll.

5. Setan jin sangat lemah, maka haram hukumnya bekerjasama dengan mereka

6. Sebaik-baik penolong adalah Allah

Semoga kita semua selalu dijaga oleh Allah dari segala penyakit dan gangguan. Aamiin Ya Rabbal Alamin…

==Hidayat==

Ditulis bakda ashar di bumi Allah… (14-01-2020).

=========================

Jika Anda mengalami gangguan jin, silahkan hubungi kami:

Rumah Sehat Baitul Qur’an. Untuk ruqyah, bekam dan herbal Jl. Pramuka gg. Kartika no. 45 Rajabasa – Bandar Lampung hp/wa 0852 6930 4051 (hidayat).

Atau kami datang ke rumah Anda/ kantor, masjid, sekolah dll. Kami siap membantu Anda insya Allah.

 

 

 

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *